Pagi buta Ibu pergi, ketika botol susu menemani tidurku sebagai pengganti asi
Ibu pergi Ayah pergi, mereka pergi, meninggalkan yg dikatakan cintanya demi membahagiakan yg dikatakan cintanya.
Untuk apa mereka pergi?
Untuk aku katanya
Untuk susuku
Untuk kelak aku dewasa nanti
Aku ingin cepat dewasa, agar bisa pergi bersama Ibu dan Ayah
Aku tidur bersama Ibu namun ketika terbangun Ibu berganti
Berganti oleh sosok berbeda, wajah yg berbeda, belaian yg berbeda, suapan yg berbeda, dan itu bukan Ibu
Tangisku tak terdengar oleh Ibu, Ibu tak ada disini
Tawaku tak terlihat oleh Ayah, Ayah tak ada disini
Kemana mereka, pergi sebentar katanya.
Untuk apa?
Untuk aku katanya
Ketika cahaya mulai berganti lampu terang, ibu pun pulang
Memberiku ciuman bersama aroma tubuh yg lelah
Ibu kemana saja, tadi aku menangis karena tak bisa menahan pipis, tadi aku menangis karena susuku telah habis
Wajah lelah ibu kini berganti senyuman
Seolah aku pemberi kebahagian
Tawaku disambut pelukan, pelukan hangat dari ibu, dekapan sayang dari ibu
Ibu kemana saja?
Pergi sebentar katanya
Untuk apa?
Untuk aku katanya
Dimana ayah?
Belaian lembut ibu menjawab pertanyaanku
Sebotol susu dibuat ibu untuk menidurkanku
Aku ingin melihat ayah?
Aku ingin bercerita tadi aku tertawa
Aku tertawa melihat gambar lucu di tv
Aku tertawa ketika banyak warna bagus di tv
Tapi aku tak bisa
Aku tak bisa berbagi tawa bersama ayah
Tak ada ayah disini
Susu itu membuatku terkantuk
Belaian ibu semakin hangat, setidaknya ibu ada disebelahku
Lalu aku tertidur disebelah ibu, ketika ayah tak ada disini
Ayah kemana?
Pergi sebentar katanya
Untuk apa?
Untuk aku katanya ...


0 komentar:
Posting Komentar