Home » » LELAKI JENAKA

LELAKI JENAKA

Lelaki suram dari dunia jenaka
Mentertawakan diri atas hidup sendiri

Mimpi hanya mimpi, harapan hanya harapan
Lelaki jenaka bermimpi atas harapan yg hanya sebatas mimpi... sebatas harapan

Lakukan apa? Tanya lelaki jenaka
Ini, itu, semua yg ia mau.

Namun semua terkalahkan oleh mereka yg lebih segala, lebih ini, lebih itu, lebih dari semua yg mereka mau

Lelaki jenaka berhenti meminta, karena sadar atas diri

Namun waktu terus berjalan, yang tak pernah berhenti mengganggu Si lelaki jenaka
Menyadarkan bahwa esok tak lagi sama

Bukan tanpa sadar ia terganggu oleh waktu
Namun seolah pintu bahagia tak memiliki kunci, yg sulit terbuka barang secuil celah harapan

Ada yg salah! Ucap lelaki jenaka

Tak ada yg bertanya apa yg salah
Tak ada yg merasa apa yg salah
Karena lelaki jenaka berjalan sendiri

Berjalan dengan sisa tenaga
Setelah lama berjuang untuk yg tak disuka

Siapa yg salah?
Ucap lelaki jenaka dalam hati... Ya, dalam hati

Tak ada nyali untuk menyalahkan yg sudah terjadi
Karena sekali salah akan tetap salah
Hingga wajah lesu menghapus raut jenaka

Apa lagi? Lalu apa setelah ini?
Tanya lelaki jenaka yg masih tak memiliki jawaban

Lambaian tangan mengarah ke atas, mengaku kalah atas hidup saat ini
Ketika pintu tak menemukan kunci, tertutup rapat bagai buah yg berisi biji

Lelaki jenaka terduduk dalam sepi
Melihat keramaian yg hanya sebatas basa basi
Tertawa sambil saling memuji, seolah biji tak memiliki arti

Lelaki jenaka tersenyum, lalu tak lama kembali melamun
Sedikit berfikir untuk bernyanyi, namun sadar suara tak menciptakan nada

Lelaki jenaka kembali berfikir, tak ada batas jika tak menemukan sudut.
Tetap berjalan perlahan atau diam sejenak untuk berjalan cepat?

Jawaban semakin sulit bagi lelaki jenaka

Yg memang hadir di dunia, hanya untuk berbagi tawa.





0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Kumpulan Tulisan